Author Nina Triolita, S.E., M.M.

Perusahaan merupakan suatu tempat terjadinya kegiatan produksi, baik barang dan jasa, serta tempat berkumpulnya semua faktor produksi. Salah satu faktor produksi yang sangat penting dalam perusahaan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan yang berada dalam berbagai departemen akan memunculkan suatu budaya dalam perusahaan. Budaya perusahaan atau yang biasa disebut Corporate Culture. Dimana pengertian dari kata Budaya adalah suatu aset, panutan kepercayaan akan suatu hal, pengertian dan cara berfikir yang dipertemukan oleh para anggota orgnisasi dan diterima oleh anggota baru. Tujuan dari suatu budaya akan dapat melengkapi para anggota dengan rasa (identitas) organisasi dan menimbulkan komitmen terhadap nilai-nilai yang dianut organisasi.

Berikut merupakan pengertian Budaya organisasi menurut para ahli :

Budaya perusahaan  menurut Susanto, AB. (1997:3) : “Suatu nilai-nilai yang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan, sehingga masing-masing anggota  organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan bagaimana meraka harus bertindak atau berperilaku.”

Menurut Schiffman dan Kanuk (1997) budaya adalah “sum total of learned beliefs, values, and customes that serve to direct consumer behavior of members of a particular society”  atau budaya merupakan sekumpulan keyakinan yang dipelajari, nilai dan kebiasaan yang mengarahkan perilaku konsumen dari suatu anggota masyarakat tertentu.

Budaya perusahaan  jika ditinjau dari sisi Internal maupun ekstenal perusahaan dimana dalam kondisi perusahaan yang labil dan stabil maka akan menciptakan 4 aspek strategi manajemen yang meliputi Budaya Partisipatif, Budaya Konsistensi , Budaya Adaptasi dan  Budaya Misi.

1.    Budaya Partisipatif

Tingkat keterlibatan dan partisipasi yang tinggi dari karyawan akan meningkatkan rasa tanggung jawab. Rasa kepemilikan dan tanggung jawab tersebut akan meningkatkan komitmen karyawan terhadap perusahaan sehingga tidak memerlukan kontrol yang terbuka.

2.    Budaya Konsistensi

Konsistensi menekankan pada nilai-nilai yang dimiliki perusahaan yang perlu dipahami oleh para anggota organisasi. Nilai-nilai tersebut meliputi masalah komunikasi, kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan, toleransi, penghargaan terhadap prestasi. Hal-hal tersebut mempunyai dampak yang positif terhadap proses pencapaian tujuan organisasi dan perlu dibangun atau dikembangkan dalam perusahaan secara konsisten.

3.    Budaya Adaptasi

Menekankan pentingnya adaptabilitas di dalam perusahaan terhadap perubahan lingkungan yang terjadi. Perubahan-perubahan dalam lingkungan dapat berwujud perkembangan teknologi, perubahan kondisi ekonomi dan politik, perubahan kualitas dan sikap karyawan, tuntutan konsumen terhadap produksi perusahaan. Adaptabilitas  tidak hanya diperlukan bagi kelangsungan hidup perusahaan tetapi juga sebagai tantangan pengembangan perusahaan.

4.    Budaya Misi

Hal ini menekankan pada pentingnya kejelasan misi dan tujuan dari suatu organisasi bagi para anggotanya. Beberapa ahli berpendapat bahwa pengertian akan misi memberikan dua pengaruh utama pada fungsi organisasi, yaitu :

  • Suatu misi memberikan kegunaan dan arti yang menentukan peran sosial dan tujuan ekstra dari suatu lembaga dan menentukan peran-peran individu dari lembaga tersebut. Proses internalisasi dan identifikasi ini memberikan komitmen jangka pendek dan jangka panjang serta mengarah pada efektivitas organisasi.
  • Pengertian akan misi akan memberikan kejelasan arah pada tingkat individu, ada rasa percaya bahwa kesuksesan organisasi membutuhkan adanya koordinasi yang merupakan hasil dari menentukan tujuan bersama.

Adapun  enam cara yang digunakan untuk membangun dan menerapkan budaya perusahaan yang baik seperti yang dilasir oleh www.karyone.co.id sebagai berikut :

1. Buat Visi dan Misi Perusahaan

2. Membangun komunikasi yang baik

3. Kembangkan Standar Sikap yang Harus Dilakukan

4. Mengimplementasikan Pelatihan

5. Pemberian Reward dan Konsekuensi

6. Adakan Review Performa

Dengan adanya suatu budaya peusahaan yang baik maka akan menimbulkan suatu motivasi kerja yang tinggi dalam suatu perusahaan. Sehingga hal tersebut akan berdampak positif bagi perusahaan terutama dalam meningkatkan kemajuan perusahaan.

Sumber :

Entrepreneur: The 6 Steps From Startup to Thriving Company Culture

Schein, Edgaar H. 1985 Organizational Culture and Leadership. Jossey-Bass,Inc.

Thoha, Miftah, Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

www.karyone.co.id : 6 Cara membangun Budaya Perusahaan yang Baik.

Categories: Article

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *